MAKALAH
PERANAN EKSEKUTIF DALAM MENGARAHKAN PERUSAHAAN MELALUI PERSAINGAN DALAM
PERENCANAAN JANGKA PANJANG
Disusun Oleh:
Nama
: Erfina Sinarta Hutagalung
Kelas
: 3da01
Npm
: 42211329
BAB.1
1.
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Dijaman
sekarang ini persaingan sudah menjadi hal yang sangat sering kita
dengarkan bahkan mungkin pernah kita jalani. Peraingan bisa terjadi diantara
2,3 atau banyak orang untuk mencapai tujuannya masing-masing, ada yang bersaing
untuk mengembangkan usaha, ada juga ingin memenangkan sesuatu. Salah satu
contoh persaingan yang sering terjadi yaitu disebuah organisasi di perusahaan,
mereka bersaing untuk membuat perusahaan tersebut dapat berkembang pesat.
Keunggulan bersaing adalah jantung kinerja perusahaan dalam pasar bersaing.
Keunggulan perusahaan pada dasarnya tumbuh dari nilai atau manfaat yang dapat
diciptakan perusahaan bagi para pembelinya.Bila kemudian perusahaan mampu
menciptakan keunggulan melalui maka akan didapatkan keunggulan bersaing. Dalam
rangka meningkatkan kinerja perusahaan, keunggulan bersaing dipandang sebgai
sesuatu yang dapat digunakan dalam atau sebagai strtegi perusahaan. Bersaing
dapat dipahami dengan memandang perusahaan sebagai keseluruhan, berasal dari
banyak aktivas yang berlainan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendesain ,
memproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung penjualan. Sehingga
keunggulan bersaing adalah suatu posisi yang msih dikerjakan organisasi sebagai
upaya mengalahkan pesaing.Didalam persaingan ini sangat diperlukan sumber daya
dan kapabilitasnya yaitu untuk memandang aktiitas ekonomi atau bisnis dari sisi
pemanfaatan sumber daya dalam rangka membangun daya saing yang diarahkan kepada
usaha-usaha menangkap berbagai peluang mengatasi berbagai ancaman dalam
persaingan, sehingga dari kondisi ini dibangun strategi untuk menghambat para
pesaaing berupa kesulitan untuk ditiru.
1.2.
PEMBATASAN MASALAH
Penulisan makalah ini hanya mengenai tentang
“peranan eksekutif dalam mengarahkan perusahaan melalui persaingan dalam
perencanaan jangka panjang” dan hal-hal yang terkait didalamnya tanpa
menghilangkan esensi permana fungsi manajer itu sendiri.
1.3.
TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah
ini memiliki tujuan sabagai berikut:
a. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah sofskil
b. Sebagai bahan bacaan dan referensi bagi pihak-pihak
yang membutuhkan.
1.4.
SISTEMATIKA PENULISAN
a. Bab I Pendahhuluan
Dalam bagian ini penyusun memaparkan beberapa
pokok
permasalahan
yang berhubungan erat dengan permasalahan utama.
b. Bab II Pembahasan
Dalam bab ini akan
membahas soal perana eksekutif dalam mengarahkan perusahaan dapat bersaing
dengan
c. Bab III Kesimpulan
Dibagian ini saya
akan menyimpulkan beberapa hal yang menjadi pembahasan dari makalah ini.
BAB. 2
2. PEMBAHASAN
2.1. PERANAN
EKSEKUTIF DALAM MENGARAHKAN PERUSAHAAN MELALUI PERSAINGAN
DALAM PERENCANAAN JANGKA PANJANG
I.
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN EKSEKUTIF
Menurut Siagian, eksekutif adalah seseorang yang
menduduki jabatan kepemimpinan tertentu dalam suatu organisasi mempunyai hak
dan wewenang menggerakkan orang lain yang disebut “bawahan” dan para bawahan
itulah yang memikul tanggung jawab melaksanakan berbagai kegiatan operasional
dalam pencapaian tujuan organisasi. Dengan kata lain eksekutif adalah manajer
tingkat atas suatu organisasi, yang memberikan pengaruh yang besar terhadap
perusahaan.
B. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
Menurut Turban, Sistem informasi eksekutif adalah
merupakan sistem informasi yang berbasis computer yang menyajikan informasi
yang dibutuhkan eksekutif, dimana system ini menyediakan akses yang cepat
dengan informasi yang tepat waktu dan akses langsung kelaporan-laporan pada
tingkat manajemen.
C. SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
Sistem informasi eksekutif adalah satu jenis dari
manajemen informasi sistem dimaksud untuk memudahkan dan mendukung keterangan
dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan
kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan relevan
untuk bertemu golongan strategis organisasi. Ini biasanya dipertimbangkan
sebagai satu bentuk dikhususkan dari satu sistem mendukung keputusan. Penekanan
dari sistem informasi eksekutif berada diatas peraga grafis dan mudah untuk
pergunakan interface pemakaian.
Sistem informasi ini sangat penting karena system
informasi berbasis computer ini dapat memberikan informasi kepada eksekutif
untuk mendukung pengambilan keputusan dalam hal menentukan strategi dan
kebijakan organisasi. Disamping itu sesuai dengan dinamika bisnis dan persingan
antar perusahaan yang ketat menyebabkan para eksekutif membutuhkan informasi
yang cepat dan akurat.
Ada 4 tipe system dilihat dari tingkatan organisasi
menurtut Loudon dan Loudon (2001,p37) ,yaitu :
a.
Operational- level system mendukung manajer operasional dengan mengawasi kegiatan
dan transaksi dasar perusahaan.
b.
Knowledge –level system mendukung para pekerja dalam bidang pengetahuan dan data.
c.
Management-level system dirancang untuk pengawasan, pengendalian, pengambilan
keputusan, dan kegiatan administratif pada tingkat menengah.
d.
Strategic –level system membantu manajer tingkat atas menyelesaikan persoalan
–persoalan strategis dan mendukung aktivitas perencanaan jangka panjang, baik
dalam perusahaan maupun dilingkungan luar perusahaan.
Loudon dan Loudon
juga menjelaskan tentang kategori spesifikasi sistem ditinjau dari level
organisasional dan nilai yang diberikan bagi peusahaan (2001,p36), yaitu :
- Transaction Processing System (TPS), yang menyimpan dan
memproses data hasil dari transaksi sehari –hari.
- Office Automation System (OAS), yang berupa system
elektonik formal dan informal yang berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan
dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan.
- Knowledge Work System (KWS), yang membantu pekerja
terdidik dalam menangani penciptaan dan pengintegrasian pengetahuan baru dalam
suatu organisasi.
- Management Informasi System (MIS), yang menyediakan
informasi bagi manajemen , termasuk maneger dengan laporan-laporan atau online
acces untuk melihat kinerja organisasi.
- Decission Support System (DSS), yang menyediakan
informasi bagi manajemen disuatu peusahaan untuk pengambilan keputusan
yang unik, terus berubah dan tak terstruktur.
- Executive Informasion System (EIS), dimana manejemen
puncak pada suatu perusahaan dapat memperoleh informasi untuk memandu atau
mengarahkan keputusannya.
D. KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
Beberapa karakteristik system informs eksekutif menurut
Turban (2001,p310),yaitu :
- Drill down : merupakan salah satu kemampuan pada sistem
informasi eksekutif yang paling bermanfaat menyediakan detil informasi.
Dengan tekhnik Drill Down, eksekutif dapat mengambil informasi yang lebih rinci
sesuai kebutuhan.
- Critical Success Factor : merupakan factor penentu
keberhasilan dalam mencapai tujuan organisasi dimana CSF tiap-tiap perusahaan
berbeda-beda, dan factor-factor tersebut harus dijalankan dengan baik untuk
pengembangan bisnis dan pencapaian tujuan perusahaan.
- Status Access : dimana data atau laporan terakhir dapat
diakses setiap saat dengan menggunakan komunikasi jarak jauh.
- Analysis: Eksekutif dapat memilih isi database,
alat/program yang digunakan, dan hasil informasi yang diinginkan.
- Exception Reporting : karakteristik ini didasarkan atas
konsep management exception yang mengarahkan perhatian eksekutif kepada
penyimpangan pada standar yang telah ditetapkan.
E. PENGERTIAN PERUSAHAAN
Perusahaan adalah suatu system fisik yang menggunakan
suatu system konseptual system fisik perusahaan adalah system lingkaran
tertutup dalam artian kata dikendalikan oleh manajemen menggunakan
informasi umpan balik untuk ,enyakinkan bahwa tujuan-tujuan suatu perusahaan
itu tercapai.
Perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya
kemudian mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa kemudian
mengembalikannya kepada lingkungannya.
“Lingkungan” merupakan alasan utama dari suatu
perusahaan, perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk
kebutuhan lingkungan tertentu dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan
melaksanakan aktivitasnya.
F. PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN
Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu
organisasi untuk menentukan strategi atau arahan , serta mengambil keputusan
untuk mengalokasi sumber dayanya untuk mencapai strategi ini
Berbagai
tekhnik analisi bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk
analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political,
Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological,
Economic, Ecological, Regulatory).
1.
Konsep
Corporate Planning Dan Strategic Management
Rencana strategis
perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh,
memberikan rumusan ke mana perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya
dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai
kemungkinan keadaan lingkungan.
Manfaat Dan Peranan Rencana Strategis
· Menentukan batasan usaha/bisnis. Memilih fokus bidang
usaha yang akan dikembangkan yang didasarkan pada semua lapisan manajemen.
· Memberikan arah perusahaan. Menentuan batasan usaha dan
arah perusahaan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari
atau dihasilkan. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan
dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan.
· Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan. Rencana
strategis menunjang pengarahan dan pembentukan budaya perusahaan lewat proses
interaksi, tawar-menawar, atau komunikasi timbal-balik.
· Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.
· Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi.
· Memudahkan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran
tahunan.
2.
Manajemen
Strategis, Kebijakan Bisnis, Dan Perencanaan Strategis
Menurut Wheelen
dan Hunger (1987) manajemen strategis adalah himpunan dari putusan dan tindakan
manajerial yang menentukan performansi badan usaha dalam jangka panjang. MS
mencakup perumusan, implementasi, dan evaluasi atau pengendalian strategi.
Dengan demikian, studi mengenai manajemen strategi menitikberatkan pada
kegiatan untuk memantau dan mengevaluasi peluang dan kendala lingkungan, di
samping kekuatan dan kelemahan perusahaan. Dalam hal ini, perencanaan strategis
merupakan bagian dari MS, karena tidak mencakup implementasi, evaluasi, dan
pengendalian strategi, melainkan hanya mencakup perumusan strategi.
Di pihak lain,
kebijakan bisnis merupakan studi yang sifatnya integratif dan komprehensif
karena lebih cenderung melihat ke dalam perusahaan, dengan menitikberatkan pada
masalah efisiensi atas utilitas sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dengan
demikian, kebijakan bisnis memfokuskan pada perumusan pedoman umum yang
memungkinkan pencapaian yang lebih baik atas misi dan tujuan perusahaan. Jadi,
dalam manajemen strategis tercakup juga kebijakan bisnis, tetapi dengan
penekanan yang lebih besar pada aspek lingkungan dan strategi.
3.
KONSEP
MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI
Memandang
informasi sebagai suatu sumber daya bukanlah sesuatu yang baru. Yang terjadi
pada dekade yang lalu adalah kesadaran bahwa sumber daya informasi jauh
melampaui informasi itu sendiri. Topik-topik yand didiskusikan pada bab ini
membentuk dasar untuk mengelola semua sumber daya informasi. Manajemen sumber
daya informasi (information resources management), atau IRM, adalah aktivitas
yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan
tujuan mengidentifikasi, memperoleh dan mengelola sumber daya informasi yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Elemen-elemen IRM yang Diperlukan
Walau seorang
peakai individu dapat mempraktekkan IRM, pendekatan paling efektif bagi
perusahaan adalah mengembangkan suatu rencana formal yang harus diikuti setiap
orang. Agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu
set kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi:
· Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai
melalui sumber daya informasi yang unggul. Para eksekutif perusahaan dan
manajer lain yang terlibat dalam perencanaan strategis memahami bahwa perusahaan
dapat mencapai keunggulan atas para pesaingnya dengan mengelola arus informasi.
· Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area
fungsional utama. Struktur organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi sama
pentingnya dengan area bisnis utama lain, seperti keuangan dan pemasaran.
· Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak. CIO memberi
kontribusi, jika memungkinkan, pada pemecahan masalah yang mempengaruhi seluruh
operasi penambahan, bukan hanya operasi jasa informasi. Kesadaran ini paling
mudah ditunjukkan dengan menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
· Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat
membuat perencanaan strategis. Saat para eksekutif terlibat dalam perencanaan
strategis untuk perusahaan mereka memperhatikan sumber daya informasi yang
dibutuhakan untuk mencapai tujuan strategis.
· Rencanan strategis formal untuk sumber daya
informasi. Terdapat suatu rencanan formal untuk memperoleh dan mengelola
sumber daya informasi. Sumber daya itu harus mencakup yang berada pada area
pemakai maupun jasa informasi.
· Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user
computing. Rencana strategis sumber daya informasi membahas cara membuat sumber
daya informasi tersedia bagi para pemakai akhir, sambil tetap mempertahaankan
pengendalian atas sumber daya tersebu.
Seorang manajer
jasa informasi dapat berperan sebagai chief information officer dengan
mengikuti langkah-langkah berikut:
· Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain
teknologinya.
· Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line
management; jangan menunggu hingga diundang.
· Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
· Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
· Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat
diandalkan.
· Jangan bersifat defensive
4.
Mencapai
Keunggulan Kompetitif dengan Teknologi Informasi
Banyak cara untuk
mencapai keunggulan kompetitif, diantaranya: menyediakan barang dan jasa dengan
harga murah, menyediakan barang dan jasa lebih baik daripada pesaing dan
memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada bidang komputer,
“keunggulan kompetitif” mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan
“leverage” di pasaran. Artinya, perusahaan tidak selamanya mengandalkan pada
sumberdaya fisik, tetapi pada sumber daya konseptual yang unggul – data dan
informasi yang dapat digunakan sama baiknya.
Beberapa
perusahaan telah mendapatkan publikasi yang luas karena menggunakan informasi
untuk mencapai keunggulan kompetitif. Diantaranya : American Airlines dengan
sistem pemesanan penerbangan “Sabre”; American Hospital Supply dengan jaringan
EDI (Electronic Data Interchange); dan Mc Kesson Drug dengan sistem
distribusinya yang disebut Economost.
BAB.3
3. KESIMPULAN
Seorang manajer
yang berkedudukan tinggi di dalam sebuah perusahaan, harus mampu untuk memimpin
segala sesuatu yang ada di dalam perusahaan. Mampu untuk menganalisa
kedepan apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Pemimpin yang bertanggung jawab
atas tugas-tugas yang ada dalam perusahaan akan menjadikan perusahaan menjadi
maju dan juga seorang pemimpin juga harus menerima
pendapat-pendapat/masukan-masukan dari bawahannya, sihingga ada kerja sama yang
kuat antara pemimpin dengan bawahannya dan pastinya perusahaan pun dapat
berjalan sesuai dengan apaa yang diharapkan oleh suatu organisasi tersebut.
Daftar Pustaka
Anthony, Robert N dan Govindarajan,
Vijay, (2007). Management Control System, 12th Edition, McGraw Hill.
Dinda Estika Asmarani , (2006) . Analisis
Pengaruh Perencanaan Strategi Terhadap Kinerja Perusahaan Dalam Upaya
Menciptakan Keunggulan Bersaing , Universitas Diponegoro Semarang.
Mudrajad
Kuncoro, Ph.D. Strategi (Bagaimana Meraih keunggulan Kompetitif). Erlangga
Purwanto, Iwan. (2006). Manajemen
Strategi, CV, Yrama Widya. Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar