Senin, 18 November 2013

PERANAN MANAJER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI DI PERUSAHAAN



MAKALAH

PERANAN MANAJER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI DI PERUSAHAAN





Disusun Oleh:
                            Nama         : Erfina Sinarta Hutagalung
                            Kelas          : 3da01
                  Npm           : 42211329


BAB.1
1.                PENDAHULUAN

1.1.            LATAR BELAKANG
Sebutan “Manajer” bukanlah sebutan hal lain lagi bagi suatu perusahaan, dimana manajer sangat berperan penting didalam suatu organisasi perusahaan karena manajer adalah tombak dari keberhasilan.Salah satu tugas atau peran seorang manajer adalah memberikan solusi pada suatu konflik yang sedang dihadapi perusahaan. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatannya guna mencapai sasaran suatu organisasi. Seorang manajer dalam melakukan tugasnya menjamin ketersediaan, keakuratan, ketepatan dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan menjalankan tugas ini mensyaratkan manajer mempunyai kemampuan multi disiplin , seperti dalam bidang: Teknologi, bisnis, manajemen, serta kepemimpinan.Menjadi seorang manajer bukan perkara mudah, perlu bertahun-tahun pengalaman dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menjadikan ia pantas disebut dan diangkat  menjadi seorang manajer. Seorang manajer harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil, namun tidak semua manajer itu bekerja selayaknya seorang manajer, ada manajer yang hanya bisa menyuruh-nyuruh dan tidak mau dikoreksi apabila dia salah dan tidak mau dikritik padahal pemimpin yang baik adlah pemimpin yang mau mendengarkan keluhan dari bawahannya.











 1.2.    PEMBATASAN MASALAH
Penulisan  makalah ini hanya mengenai tentang “Peranan Manajer Dalam Pengelolaan manajemen Informasi Perusahaan” dan hal-hal yang terkait didalamnya tanpa menghilangkan esensi permana fungsi manajer itu sendiri.

1.3.            TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah ini memiliki tujuan sabagai berikut:
a.       Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah sofskil
b.      Sebagai bahan bacaan  dan referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

1.4.            SISTEMATIKA PENULISAN
a.         Bab I Pendahhuluan
Dalam bagian ini penyusun memaparkan beberapa pokok                             permasalahan yang berhubungan erat dengan permasalahan utama.
b.      Bab II Pembahasan
Dalam bab ini akan membahas peranan manajer dalam pengelolaan manajemen dalam perusahaan.
c.       Bab III Kesimpulan
Dibagian ini saya akan menyimpulkan beberapa hal yang menjadi pembahasan dari makalah ini.










BAB. 2
2.                PEMBAHASAN
2.1.            PERANAN MANAJER DALAM PENGELOLAAN  INFORMASI MANAJEMEN DIPERUSAHAAN
2.1.1        Pengertian Manajer
Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan juga mempunyai wawasan yang luas. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa sektor yang di pegangya. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada  perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar bioasanya memilki beberapa orang manajer umum yang bertanggung jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM) merupakan suatu terobosan besar, karena menyadari bahwa para manajer memerlukan informasi untuk pemecahan masalah. Ketika perusahaan-perusahaan menjangkau konsep SIM, mereka mulai mengembangkan berbagai aplikasi yang secara khusus diarahkan untuk mendukung manajemen. Namun, bukan hanya manajemen yang memperoleh manfaat dari penerapan SIM. Nonmanajemen dan stap ahli juga menggunakan outputnya. Selain itu juga dimanfaatkan oleh para pemakai yng berada diluar perusahaan, yaitu para pelanggan akan menerima faktur dan laporan transaksinya, para pemegang saham akan menerima cek deviden, dan pemerintahan akan menerima laporan pajak.
2.1.2        Peran Seorang Manajer Dalam Sebuah Organisasi
Didalam suatu perusahaan tidak memiliki manajer maka bisa dipastikan bahwa perusahan tersebut akan bangkrut karena proses manajemen dalam perusahan tersebut tidak berjalan dengan baik, walaupun sumber daya alat dan infrastrukturnya lengkap namun apabila tidak ada yang mengatur maka hal itu tidak akan ada artinya oleh karena itu manajer sangatlah vital. Manajer yang hanya mau untuk menyuruh-nyuruh sja tanpa mau dikoreksi apalagi disalahkan bukan seorang manajer yang baok, dan hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja dari para bawahan yang dia bawwahi, dna akhirnya berdampak kepada keuntungan atau kelangsungan dari organisasi itu sendiri, agar perusahaan tidak menjadi koraban dari hal tersebut maka perlu dipilih seorang manajer yang baik yang mampu mengatasi masalah dan memilki ciri2 kepemimpina yang komunikatif Yaitu :
a.       Seorang manajer harus memahami identitas dan khususnya karekter dari bawahanya, misalnya kemampuan kemunikasinya, keagresifannya dalam bertanya, kadar emosi bawahanya, dan pengetahuan tenatang suatu masalah, hal ini menjadi penting karena untuk memperkecil distorsi informasi ketika manajer akan mendenagrkan dan merespon usulan atau apresisi yang disampaikan oleh bawahannya.
b.      Seorang manajer harus memahami apa yang disampaikan bawahanya ter,asuk dalam hal isi dan tujuan penyampaian aspirasi, dengan semakin paham maka komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak akan ada multitafsir yang akan menggaburkan komunikasi tersebut.
c.       Selalu fokus dan penuh perhatian kepada karyawanya yang menyampaikan pesan atau aspira, dan usahakan jengan memberikan kesan manajer melecehkan bawahanya, hal ini penting untuk memberikan empati tinggi sehingga karyawan atau bawahan akan merasa diperhatikan dan dihargai eksistenti dan usulannya.
Sebelum lebih jauh membahas tentang kemampuan seorang manajer yaitu memotivasi, kita akan bahas dahulu tentang apa itu motivasi, motivsi adalah sebuah kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang lain yang bisa mendorong untuk melakukan sesuatu, ada konsep motivaasi dan itu terdiri atas dua faktor yaitu intristik dan faktor ekstrisik, faktor instrinsik meliputi minat pribadi, hasrat, keperluan memenuhi kebutuhan, dan faktor ekstrinsik meliputi pujian dari orang lain, promosi jabatan dan penghargaan.



Ada 3 cara yang umum dilakukan untuk mempengaruhi atau memotivasi yaitu:
1.      Motivasi karena rasa takut
2.      Motivasi karena insentif
2.1.3        Peranan Manajer Dalam Pengelolaan Manajemen Informasi
Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang menajer umum yang bertanggung jawab pada tugas berbeda-beda.
·         Tingkat Manajer
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokkan menjadi manajer puncak, manajer tingakt menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, dimana jlh karyawan lebih besar di bagian bawah daripada dipuncak).Berikut adalh tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:
a.       Manajemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
b.      Manajer tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada diantara manajer lini pertama dan manajemen pncak bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah diantaranya kepala bagia, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer devisi.
c.       Manajemen puncak (top manajement), dikenal dengan istilah executive afficer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh: top manajement adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), CFO (Chief Financial Officer).
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
2.1.4        Peranan Manajer Dalam Organisasi Publik
Manajemen terutama dalam organisasi publik beperan dan berkenan dengan proses bagaimana kegiatan yang telah dirancang oleh organisasi publik dpat diimplementasikan secara efektif. Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari pemimpin atau manajer. Dalam konteks ini, manajer berperan mengintegrasikan organisasi dan variabel manusia ke dalam sebuah sistem sosioteknik yang efektif dan afisien. Sisten sosioteknik  merupakan suatu kondisi agar para pegawai bisa bekerja dengan baik, maka selain mematuhi aturan-aturan yang berlaku, pegawai juga butuh investasi social dan intelektual atau pengetahuan dalam berorganisasi.
Sementara itu, menurud Hndry Mintzberg dalam buku manajemen prilaku Organisasi (Winardi), ada sepuluh macam peranan manajerial yakni:
a.       Perana antar pribadi
-          Perana sebagia tokoh (melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial dan sosial, sebagai wakil organisasi yang bersangkutan).
-          Peranan sebagai pemimpin
-          Peranan sebagai pengubung(The Liason Role)
b.      Perana infomasional
-          Peranan sabagi pihak penerima (menerima informasi tentang pengoperasian sebuah perusahaan).
-          Peranan sebagai penyebar  berita atau informasi (menyampaikan informasi kepada bawahan).

BAB 3
3.      KESIMPULAN DAN SARAN
 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peran manajer dalam mengelola konflik        dalam suatu organisasi itu sangan penting diantaranya:
  1. Manajer sebagai mediator dalam memecahkan masalah
  2. Manajer sebagai konsultan terhadap bawahan
  3. Manajer sebagai motivator terhadap organisasinya
  4. Manajer mempunyai peran penting dalam pengambil keputusan
  5. Seorang manajer diharuskan bisa menguasai semua permasalahan dan dapat diselesaikan
dengan musyawarah dan pemikiran yang baik sebelum memutuskannya.
Selain itu seorang manajer juga diharapkan bisa menjadi teman sekaligus sebagai orang tua dalam organisasi sehingga dengan keadaan seperti itu perkembangan organisasi bisa diciptakan dengan baik dan dapat mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi dalam organisasinya. Dan dari itu semua seorang manager bisa membawa perusahaan itu menjadi lebih maju dan lebih baik lagi dengan ketegasan dan sifat pemimpin yang berwibawa serta dibantu karyawan-karyawannya yang setia bekerja untuk perusahaan yang sedang dijalankannya.
B. Saran
Selama penelitian yang dilakukan oleh peneliti ada beberapa saran yang bisa menjadi            masukan bagi seorang pemimpin yang baik untuk organisasinya yaitu :
  1. Manajer seharusnya lebih bisa mengontrol apa saja yang dilakukan oleh anggotanya sehingga dengan begitu manajer secara langsung dapat mengetahui perkembangan yang sedang terjadi dan tidak dilepas begitu saja.
  2. Manajer juga seharusnya bisa membimbing dan mengarahkan dengan baik anggotanya sehingga organisasi yang dipimpinnya bisa berkembang dan menjadi lebih baik sesuai yang diharapkan.
  3. Jika salah seorang dalam suatu organisasi melakukan suatu kesalahan maka segera ditindak dan diarahkan serta meminimalisir kesalahan untuk tidak melakukannya lagi, dan jangan sampai terulang kembali.
  4. Manajer bisa memberikan solusi yang terbaik untuk organisasinya, agar tidak kalah persaingan dengan perusahaan lain dibidang yang dijalankan, serta tidak sampai menurunnya kinerjanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar